
Merancang pembelajaran yang mendukung penguatan kemampuan fondasi
anak merupakan proses penting yang perlu dipahami guru PAUD-SD.
Marimencoba berefleksi melalui pertanyaan-pertanyaan ini.
Bagaimanapun
kondisi awal peserta didik, Bapak/Ibu tetap perlu melakukan asesmen
awal untuk mendapatkan gambaran utuh kemampuan fondasi murid-murid di
kelas Bapak/Ibu. Setelah mendapat informasi utuh dan holistik, Bapak dan
Ibu dapat menggunakannya untuk merancang tujuan pembelajaran dan
mendiferensiasi strategi pembelajaran supaya pembelajaran menyenangkan
dan bermakna bagi murid-murid di kelas Bapak/Ibu.
Tujuan
pembelajaran dirancang berdasarkan hasil pengolahan data asesmen awal.
Berdasarkan hasil pengolahan data tersebut, ada 2 kemungkinan yang
terjadi: anak-anak sudah memiliki kemampuan fondasi yang memadai, atau
masih ada kemampuan fondasi yang belum dimiliki. Kemampuan fondasi dapat
dibangun sejak di PAUD hingga SD kelas awal menggunakan CP/KD/Mapel.
- Jika sudah memiliki kemampuan fondasi yang memadai guru dapat melanjutkan pembelajaran dengan menggunakan tujuan-tujuan pembelajaran untuk mata pelajaran Fase A (Kurikulum Merdeka) atau Kompetensi Dasar kelas 1 SD (Kurikulum 2013)
- Jika masih ada kemampuan fondasi yang belum
dimiliki guru perlu menyesuaikan tujuan-tujuan pembelajaran yang telah
dirancang. Guru disarankan menggunakan tujuan-tujuan pembelajaran yang
ada di fase fondasi atau Kompetensi Dasar PAUD untuk menguatkan
kemampuan fondasi yang belum muncul.
Bapak/Ibu,
kemampuan anak usia dini perlu dibangun secara berkelanjutan. Untuk
membangunnya diperlukan waktu dan pembiasaan. Kemampuan anak usia dini
juga memerlukan stimulasi dari berbagai aspek perkembangan.
Meskipun
sebuah kegiatan dirancang untuk menyasar perkembangan tertentu,
kegiatan yang dirancang sebaiknya dapat mengakomodasi aspek perkembangan
lain. Misalnya pada kasus guru olahraga yang sudah kita simak bersama.
Jika guru merancang sebuah kegiatan pembelajaran yang hanya fokus untuk
melatih keterampilan kaki anak selama 30 menit per hari selama 1 minggu,
maka akan ada kemungkinan kegiatan tersebut menjadi tidak menyenangkan
bagi anak karena bersifat seperti ‘’drilling’, artinya bersifat
pengulangan pada satu aktivitas saja.
Solusinya,
guru perlu merancang kegiatan yang mengakomodasi aspek perkembangan
lain. Misalnya, guru dapat merancang kegiatan pengembangan keterampilan
kaki yang juga mengakomodasi keterampilan bahasa dan munculnya emosi
yang menyenangkan. Guru juga dapat menggunakan kegiatan gerak dan lagu,
kegiatan membacakan narasi cerita yang meminta anak melakukan
gerakan-gerakan tertentu sepanjang cerita, dan lain-lain.
1. Latihan pemahaman
A. Meramu Tujuan Pembelajaran
Bagaimana hubungan antara asesmen awal dan tujuan pembelajaran?
Jawaban : Hasil asesmen awal digunakan untuk menyesuaikan tujuan pembelajaran
B. Merancang Kegiatan Pembelajaran
Pernyataan yang tepat tentang hubungan kegiatan pembelajaran dengan tujuan pembelajaran adalah ....
Jawaban : Kegiatan pembelajaran yang dirancang harus selaras dan dapat mendukung tercapainya tujuan pembelajaran
Kemampuan anak usia dini perlu dibangun secara berkelanjutan, sehingga dalam pembelajarannya ....
Jawaban : Perlu waktu dan pembiasaan yang memungkinkan anak leluasa berekplorasi
Hasil asesmen awal dapat digunakan guru untuk ....
2. Post testJawaban : Memodifikasi tujuan pembelajaran dan menyesuaikan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik
| 1. | Bu
Lita akan mengajar di kelas 1 di tahun ajaran mendatang. Dari catatan
bagian penerimaan peserta didik baru, lebih dari setengah anak dalam
kelasnya sudah menyelesaikan PAUD. Oleh karena itu, Bu Lita memutuskan
untuk langsung melakukan kegiatan belajar dengan target anak-anak mampu
membaca di 2 minggu pertama. Langkah yang diambil Bu Lita menurut Anda
… | |
| A. | Tepat, anak-anak yang sudah lulus PAUD tentunya sudah mahir calistung | |
| B. | Tidak tepat, sebaiknya Bu Lita mengundurkan waktu masuk sekolah untuk yang sudah lulus PAUD dan 2 minggu pertama digunakan Bu Lita untuk menyamarkan kemampuan anak-anak yang tidak ikut PAUD | |
| C. | Tepat, tetapi Bu Lita harus memastikan anak-anak yang tidak ikut PAUD dapat mengejar ketertinggalannya | |
| D. | Tidak tepat, 2 minggu pertama sebaiknya digunakan oleh Bu Lita untuk asesmen awal memetakan kebutuhan dan kondisi anak-anak yang beragam | |
| Pembahasan : Jawaban : D | ||
| 2. | Berikut
adalah langkah langkah menyusun penerapan asesmen awal di dua minggu
pertama awal tahun ajaran baru di kelas 1 secara acak.
Urutan yang tepat adalah... | |
| A. | 3-2-1-5-4 | |
| B. | 3-1-2-5-4 | |
| C. | 3-4-2-1-5 | |
| D. | 3-2-5-4-1 | |
| Pembahasan : Jawaban : C | ||
| 3. | Bu
Diana sebagai guru Bahasa Indonesia di kelas 1 sedang memfokuskan
pembelajaran pada kemampuan fondasi kesadaran pentingnya menghargai
sesama dan kemampuan untuk berempati. Saat merancang pembelajaran, Bu
Diana berdiskusi dengan Pak Joni selaku guru Pendidikan Jasmani. Kegiatan yang dapat dilakukan Bu Diana dan Pak Joni agar kemampuan fondasi tersebut dapat dikuasai anak-anak adi kelas tersebut adalah .. | |
| A. | Melalui kegiatan berkelompok seperti dalam permainan olahraga, diharapkan anak-anak dapat menerima kelebihan dan kekurangan anggota timnya, serta mengutamakan keikutsertaan semua anggota tim dibandingkan kemenangan | |
| B. | Melalui kegiatan membacakan cerita sambil mempraktikkan gerakan-gerakan dasar koordinasi tangan dan kata, diharapkan anak-anak dapat meningkatkan kemampuan motorik kasar dan halus | |
| C. | Melalui kegiatan mengumpulkan donasi untuk korbanbencana alam, diharapkan anak-anak memiliki rasa empati terhadap orang-orang yang kesulitan | |
| D. | Melalui kegiatan menulis halus, diharapkan kemampuan motorik halus anak-anak dapat terasah sehingga membantunya dalam pembelajaran bahasa Indonesia. | |
| Pembahasan : Jawaban : A | ||
| 4. | Berikut ini merupakan tujuan pembelajaran mata pelajaran Bahasa Indonesia: "Anak mengungkapkan gagasan secara lisan dengan atau tanpa bantuan gambar/ilustrasi". Maka, rencana pembelajaran yang tepat supaya selaras dengan tujuan tersebut yaitu... | |
| A. | Guru menyajikan seperangkat bacaan bergambar, anak-anak membacakan dengan lantang di depan kelas | |
| B. | Guru memberikan gambar sebagai pemantik, anak-anak menceritakan pendapatnya mengenai gambar yang disajikan | |
| C. | Guru mengajak anak menggambar berdasarkan cerita yang disampaikan guru | |
| D. | Anak-anak menggambar berdasarkan cerita yang disampaikan temannya secara bergantian | |
| Pembahasan : Jawaban : B | ||
Demikian
pembahasan mengenai Modul 3 Merencanakan Pembelajaran yang Menguatkan
Transisi PAUD-SD platform Merdeka Mengajar. Semoga bermanfaat.
